Categories
Layanan Umum

Berapa Biaya Pajak Kendaraan?

Setiap kendaraan diwajibkan membayar pajak. Pajak tersebut dibayarkan secara tahunan (satu kali setiap tahun. Naah, berapa biaya pajak kendaraan?

Sebelum membayar pajak kendaraan tentunya kita ingin mengetahui berapa sih jumlah pajak kendaraan tahun ini, agar kita bisa menyiapkan uangnya.

Baca juga:

10 Menit Selesai! Bayar Pajak Kendaraan di Kecamatan

Bayar Tilang Ternyata Gampang

Membayar pajak kendaraan sebelum habis tempo sangat disarankan. Karena kita akan terhidar dari kemungkinan terkena sanksi administrasi.

Berapa Biaya Pajak Kendaraan?

Pajak kendaraan dikelola oleh masing-masing pemerintah daerah. Jadi jumlahnya bisa jadi akan ada perbedaan antara satu daerah dan daerah lainnya.

Plat B

Untuk memeriksa berapa biaya yang harus dibayar. Sobat cukup menyiapkan nomor polisi kendaraan, dan nomor KTP pemilik saja.

Biaya pajak kendaraan dapat diketahui dengan membuka laman Kantor Pajak dan Restribusi Daerah Provinsi DKI Jakarta di alamat http://samsat-pkb2.jakarta.go.id/ .

Masukkan nomor polisi, khusus kendaraan ber-plat B saja ya Sobat. Setelah itu masukkan nomor NIK (Nomor di KTP) pemilik kendaraan tersebut.

Lalu tekan checklist “Saya bukan robot”. Kemudian tekan tombol “Proses”.

informasi pajak kendaraan
informasi biaya pajak kendaraan

Nah, gampang kan?

Kita dapat melihat kapan waktu jatuh tempo pajak kendaraan dan juga harus bayar berapa (nominal pembayaran pajak kendaraan).

Jika Sobat merasa artikel ini bermanfaat, silakan sebarkan ke teman-teman ya. Terimakasih.

Categories
Layanan Umum

10 Menit Selesai! Bayar Pajak Kendaraan di Kecamatan

Eh Sobat, sudah tahu belum sih? 10 Menit Selesai! Bayar Pajak Kendaraan di Kecamatan beneran bisa lho. Simak ya caranya.

Coba deh sekarang lihat kelengkapan surat kendaraan Sobat. Iya betul, itu yang harus dibawa kemanapun Sobat mengendarai motor atau mobil.

Nah yang diplastikin itu ada dua surat, bolak-balik. Masing-masing fungsinya beda ya Sobat. Yang pertama STNK sebagai bukti kepemilikan nomor kendaraan bermotor Sobat. Yang kedua Bukti Pelunasan Pajak (Tanda Bukti Pelunasan Kewajiban Pembayaran/TBPKP).

Baca juga:

Bayar Tilang Ternyata Gampang

Berapa Biaya Pajak Kendaraan?

STNK

Di STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan bermotor) ada berbagai informasi tentang pemilik kendaraan, spesifikasi kendaraan dan identitas kendaraan (nomor rangka dan nomor mesin kendaraan).

STNK ini berlaku selama 5 tahun. Jadi sebelum masa berlakunya habis, Sobat harus memperpanjang masa berlakunya di Samsat sesuai nomor registrasi kendaraan (plat nomor polisi kendaraan/TNKB).

Saat perpanjangan STNK, Sobat akan mendapatkan STNK baru, Plat Nomor baru (nomornya sih tetap, tapi bedanya ada di angka-angka dibawah nomor polisi, yaitu masa berlaku), dan satu lagi, Sobat akan mendapatkan Surat TBPKP yang baru (kan bayar pajak tahunan sekalian).

Sayangnya urusan perpanjang masa berlaku STNK ini belum dapat dilakukan di Kecamatan. Di Kecamatan, saat ini kita hanya dapat membayar pajak kendaraan tahunan saja, bukan yang per lima tahunan.

TBPKP

Tanda Bukti Pelunasan Kewajiban Pembayaran (TBPKP) ini mempunyai masa berlaku selama satu tahun. Pajak kendaraan ini digunakan untuk membangun infrastruktur jalan dan membiayai perawatan jalan.

Nah ada beberapa singkatan di TBPKP yang harus kita ketahui Sobat, antara lain:

  • BBN KB: Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor
  • PKB: Pajak Kendaraan Bermotor
  • SWDKLLJ: Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalulintas Jalan yang kini dikelola oleh BUMN PT. Jasa Raharja
  • Biaya ADM STNK: Biaya Administrasi STNK
  • Biaya ADM TNKB: Biaya Administrasi TNKB (Plat Nomor Kendaraan)

Untuk pembayaran pajak tahunan kendaraan bermotor, Sobat cukup membayar biaya PKB dan SWDKLLJ saja. Terkecuali kalau masa berlakunya sudah habis, maka akan ada biaya tambahan berupa sanksi administrasi (denda).

Pajak Progresif

Oya untuk kepemilikan kendaraan bermotor ke dua oleh satu orang yang sama akan dikenakan tambahan biaya berupa pajak progresif. Pajak progresif ini tidak secara mudah terlihat pada surat TBPKP, tergabung pada baris PKB (Pajak Kendaraan Bermotor).

Di Jakarta, sesuai dengan Ketentuan Peraturan Daerah No.2 Tahun 2015 Tentang Tarif Pajak Progresif bahwa nama pemilik dan alamat pemilik yang sama akan dikenakan pajak progresif. Hal ini diberlakukan mulai tanggal 1 Juni 2015. Pajak progresif untuk wilayah lainnya mempunyai perhitungan yang berbeda.

Pajak Progresif Kendaraan Bermotor yang berlaku di Jakarta (Motor):

  • Untuk kepemilikan kendaraan bermotor pertama sebesar 2%.
  • Untuk kepemilikan kendaraan bermotor kedua sebesar 2,5%.
  • Untuk kepemilikan kendaraan bermotor ketiga sebesar 3%.
  • Untuk kepemilikan kendaraan bermotor keempat sebesar 3,5%.
  • Untuk kepemilikan kendaraan bermotor kelima sebesar 4%.
  • Untuk kepemilikan kendaraan bermotor keenam sebesar 4,5%.
  • Untuk kepemilikan kendaraan bermotor ketujuh sebesar 5%.
  • Untuk kepemilikan kendaraan bermotor kedelapan sebesar 5,5%.
  • Untuk kepemilikan kendaraan bermotor kesembilan sebesar 6%.
  • Untuk kepemilikan kendaraan bermotor kesepuluh sebesar 6,5%.
  • Untuk kepemilikan kendaraan bermotor kesebelas sebesar 7%.
  • Untuk kepemilikan kendaraan bermotor kedua belas sebesar 7,5%.
  • Untuk kepemilikan kendaraan bermotor ketiga belas sebesar 8%.
  • Untuk kepemilikan kendaraan bermotor keempat belas sebesar 8,5%.
  • Untuk kepemilikan kendaraan bermotor kelima belas sebesar 9%.
  • Untuk kepemilikan kendaraan bermotor keenam belas sebesar 9,5%.
  • Untuk kepemilikan kendaraan bermotor ketujuh belas sebesar 10%.

Syarat Dokumen yang Harus Disiapkan

Sebelum berangkat, Sobat harus menyiapkan berkas yang diperlukan ya. Terutama KTP Elektronik, buku BPKB (Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor) dan STNK. Masing-masing dokumen tersebut di fotocopy sebanyak 1 lembar saja.

Untuk pembayaran pajak kendaraan bermotor ini tidak dapat diwakilkan, jadi pemilik kendaraan harus datang sendiri. Sebentar kok, hanya 10 menit sudah selesai. Sambil mampir saja bisa. hehe

Kelengkapan Yang Harus Dibawa:

  • KTP Elektronik / Surat Keterangan (Suket) asli dan fotocopynya 1 lembar
  • BPKB asli dan fotocopynya 1 lembar
  • STNK asli dan fotocopynya 1 lembar
  • Bawa Uang secukupnya (perkiraannya bisa dilihat di surat TBPKP)
  • Pulpen untuk mengisi formulir

10 Menit Selesai! Bayar Pajak Kendaraan di Kecamatan

Kecamatan yang Ngadmin datangi untuk membayar pajak kendaraan adalah Kecamatan Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur.

samsat kecamatan pulo gadung

Lokasi Gerai Samsat di Kecamatan antara lain tersedia di Kecamatan Kemayoran (Jakarta Pusat), Kecamatan Kebon Jeruk (Jakarta Barat), Kecamatan Penjaringan (Jakarta Utara), Kecamatan Pasar Minggu (Jakarta Selatan) dan Kecamatan Pulo Gadung (Jakarta Timur)

Isi Formulir dan Serahkan Berkas di Loket

Mengisi Formulir

Bayar di Kasir

Pembayaran bisa dilakukan dengan uang tunai. Bisa juga dengan Aplikasi JakOne Mobile dari Bank DKI.

Loket pembayaran STNK

Daftar Biaya Pelayanan STNK

LayananRoda 2 atau 3Roda 4 atau lebih
STNK BaruRp. 100.000 Rp. 200.000
STNK Perpanjangan Rp. 100.000 Rp. 200.000
STNK PengesahanRp. 25.000Rp. 50.000
Surat Mutasi KendaraanRp. 150.000Rp. 250.000
Penerbitan TNKB (Plat)Rp. 60.000Rp. 100.000

Setelah membayar kita akan diberikan bukti pembayaran (Surat Ketetapan Kewajiban Pembayaran/SKKP) oleh petugas Bank DKI.

Surat Ketetapan Kewajiban Pembayaran

Selesai

TBPKP

Keseluruhan proses hanya 10 Menit Selesai! Bayar Pajak Kendaraan di Kecamatan terbukti banyak membantu masyarakat agar lebih taat pajak kendaraan.

Categories
Layanan Umum

Bayar Tilang Ternyata Gampang

Kena tilang pastinya menyebalkan bukan? Tenang, tenang. Sekarang mengurus tilang sudah mudah kok. Bayar tilang ternyata gampang lho Sobat.

Dan nominal denda nggak mahal, karena kita biasanya tidak akan dikenakan denda maksimal.

Apa Manfaat Tilang itu?

Operasi lalu lintas yang dilaksanakan pihak Kepolisian RI bermaksud untuk meningkatkan keselamatan berlalu lintas dan tentunya menekan angka kecelakaan di jalan. Sehingga masyarakat menjadi lebih nyaman dalam bepergian.

Bagi pengendara yang ditemukan melanggar peraturan, rambu-rambu ataupun tidak mempunyai dokumen kendaraan (STNK) dan dokumen ijin mengemudi (driving lisence) yang syah, pihak Kepolisian RI akan melakukan tindakan pemberian surat tilang.

Bersamaan dengan pemberian surat tilang tersebut, biasanya dokumen ijin mengemudi atau dokumen kendaraan akan dibawa oleh petugas Kepolisian RI. Dan dapat diambil kembali oleh pemiliknya setelah denda dibayarkan ke negara.

Baca juga:

10 Menit Selesai! Bayar Pajak Kendaraan di Kecamatan

Berapa Biaya Pajak Kendaraan

Bayar Tilang Ternyata Gampang

Mulai tahun ini Kepolisian RI telah menerapkan sistem elektronisasi dalam tilang. Jadi setiap surat Bukti Pelanggaran, atau yang biasa kita sebut dengan Surat Ti Lang itu ada nomor registrasinya.

Setiap nomor registrasi surat tilang ini dibuat unik, jadi tidak mungkin ada nomor registrasi tilang yang ganda.

surat tilang 2019
Surat Tilang

Buka laman etilang.info

Untuk mengetahui jumlah denda, nomor rekening BRIVA, keterangan pasal pelanggaran yang dikenakan, Sobat dapat melihat informasinya secara lengkap di laman http://etilang.info.

Kemudian isikan nomor blanko/register seperti yang terdapat pada Surat Tilang (bagian pojok kiri bawah). Pada contoh surat tilang di atas, maka Sobat ketikkan nomor register tilang F5519309 pada formulir No. Blanko / Register.

etilang.info
Laman E-TILANG

Mencari Info Rekening BRIVA

Pembayaran denda tilang harus dibayarkan ke negara melalui rekening BRI Virtual Account (BRIVA) yang telah ditentukan.

bayar tilang briva
Informasi E-Tilang

Pada gambar sebelumnya, dapat Sobat ketahui informasi berikut ini:

  • Nomor Registrasi Tilang (Blanko): F5519309
  • Rekening pembayaran Tilang (BRIVA): 229550029586344

Jika denda belum dibayarkan sampai H-4 dari tanggal sidang, maka nomor BRIVA akan berubah secara otomatis dari No. Tilang/BRIVA 22955** menjadi No. Tilang/briva 22768***. Selanjutnya Sobat dapat membayarkan denda ke rekening BRIVA yang baru (denda dapat dibayarkan setelah hari sidang pengadilan dan tentunya sudah mendapat amar putusan).

Informasi tentang pasal pelanggaran dapat Sobat lihat di sini:

pasal pelanggaran lalu lintas
Pasal Pelanggaran Tilang

Cara Membayar Tilang

Sobat dapat membayar tilang dengan berbagai macam cara. Bisa transfer uang dari rekening Bank milik Sobat, transfer pakai ATM, bayar melalui teller Bank BRI, bayar menggunakan mesin EDC BRI atau transfer menggunakan Mobile Banking dari HP Sobat.

Untuk Nasabah selain Bank BRI

Transfer menggunakan ATM

  1. Masukkan kartu Debit dan PIN Anda
  2. Pilih menu Transaksi Lainnya > Transfer > Ke Rek Bank Lain
  3. Masukkan kode bank BRI (002) kemudian diikuti dengan 15 angka Nomor Pembayaran Tilang
  4. Masukkan nominal pembayaran sesuai jumlah denda yang harus dibayarkan. Transaksi akan ditolak jika pembayaran tidak sesuai dengan jumlah denda titipan
  5. Ikuti instruksi untuk menyelesaikan transaksi
  6. Simpan struk transaksi sebagai bukti pembayaran

Untuk Nasabah BRI

Mobile Banking BRI

  1. Login aplikasi BRI Mobile
  2. Pilih Menu Mobile Banking BRI > Pembayaran > BRIVA
  3. Masukkan 15 angka Nomor Pembayaran Tilang
  4. Masukkan nominal pembayaran sesuai jumlah denda yang harus dibayarkan. Transaksi akan ditolak jika pembayaran tidak sesuai dengan jumlah denda titipan
  5. Masukkan PIN
  6. Simpan notifikasi SMS sebagai bukti pembayaran
  7. Tunjukkan notifikasi SMS ke penindak untuk ditukarkan dengan barang bukti yang disita

ATM BRI

  1. Masukkan Kartu Debit BRI dan PIN Anda
  2. Pilih menu Transaksi Lain > Pembayaran > Lainnya > BRIVA
  3. Masukkan 15 angka Nomor Pembayaran Tilang
  4. Di halaman konfirmasi, pastikan detil pembayaran sudah sesuai seperti Nomor BRIVA, Nama Pelanggar dan Jumlah Pembayaran
  5. Ikuti instruksi untuk menyelesaikan transaksi
  6. Copy struk ATM sebagai bukti pembayaran yang sah dan disimpan
  7. Struk ATM asli diserahkan ke penindak untuk ditukarkan dengan barang bukti yang disita

Internet Banking BRI

  1. Login pada alamat Internet Banking BRI (https://ib.bri.co.id/ib-bri/Login.html)
  2. Pilih menu Pembayaran Tagihan > Pembayaran > BRIVA
  3. Pada kolom kode bayar, Masukkan 15 angka Nomor Pembayaran Tilang
  4. Di halaman konfirmasi, pastikan detil pembayaran sudah sesuai seperti Nomor BRIVA, Nama Pelanggar dan Jumlah Pembayaran
  5. Masukkan password dan mToken
  6. Cetak/simpan struk pembayaran BRIVA sebagai bukti pembayaran
  7. Tunjukkan bukti pembayaran ke penindak untuk ditukarkan dengan barang bukti yang disita

TELLER BRI

  1. Ambil nomor antrian transaksi teller dan isi slip setoran
  2. Isikan 15 angka Nomor Pembayaran Tilang pada kolom “Nomor Rekening” dan Nominal titipan denda tilang pada slip setoran
  3. Serahkan slip setoran kepada Teller BRI
  4. Teller BRI akan melakukan validasi transaksi
  5. Simpan Slip Setoran hasil validasi sebagai bukti pembayaran yang sah
  6. Slip setoran diserahkan ke penindak untuk ditukarkan dengan barang bukti yang disita

EDC BRI

  1. Pilih menu Mini ATM > Pembayaran > BRIVA
  2. Swipe kartu Debit BRI Anda
  3. Masukkan 15 angka Nomor Pembayaran Tilang
  4. Masukkan PIN
  5. Di halaman konfirmasi, pastikan detil pembayaran sudah sesuai seperti Nomor BRIVA, Nama Pelanggar dan Jumlah Pembayaran
  6. Copy dan Simpan struk transaksi sebagai bukti pembayaran
  7. Tunjukkan bukti pembayaran ke penindak untuk ditukarkan dengan barang bukti yang disita

Categories
Layanan Umum

DriveThru Bayar Pajak Motor/Mobil

Hai Sobat Ngidam, apa kabarnya hari ini ?. Semoga sehat-sehat selalu yaa…

Bagi Sobat Ngidam yang memiliki kendaraan bermotor, pastinya sudah familier dengan pembayaran pajak kendaraan bermotor. Biasanya pajak kendaraan bermotor ini, baik motor atau mobil harus dibayarkan satu kali setiap tahunnya, sebelum jatuh tempo. Kalau pembayaran dilakukan setelah jatuh tempo, akan ada tambahan biaya denda keterlambatan yang dibayarkan saat kita membayar pajak.

Kali ini Ngadmin akan berbagi pengalaman membayar pajak kendaraan bermotor di loket DriveThru yang mana pemilik kendaraan bermotor (nama pemilik pada STNK) tidak datang sendiri, melainkan diwakilkan oleh Ngadmin. Apakah bisa ?

Bisa dong !

Gimana caranya ?

Ya seperti biasa, kita harus menyiapkan semua persyaratan pembayaran pajak di Drive Thru Samsat, seperti :

  1. BPKB asli (Surat berbentuk semacam buku sebagai tanda Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor), dibuat oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia.
  2. STNK asli (Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang biasanya digabung dengan TBPKP), dibuat oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia.
  3. TBPKP asli (Surat Tanda Bukti Pelunasan Kewajiban Pembayaran), dibuat oleh Samsat. Ada nilai pembayaran pajak dalam Rupiah (BBN KB, PKB, SWDKLLJ, Biaya Adm. STNK, Biaya Adm. TNKB dan Jumlah).
  4. KTP asli dari pemilik Motor atau Mobil (Kartu Tanda Penduduk Republik Indonesia.
  5. Membawa Motor atau Mobil yang akan dibayarkan pajaknya ke loket DriveThru Samsat.

Nah, ada tambahan persyaratan jika pemilik Motor atau Mobil tidak bisa hadir ke loket DriveThru Samsat. Apa saja tambahannya?

  1. Membawa fotocopy KK (Kartu Keluarga) yang ada nama pemilik kendaraan bermotor yang akan dibayarkan pajaknya.
  2. Salah satu nama didalam KK tersebut harus hadir di loket DriveThru Samsat.
  3. Menunjukkan KTP asli milik salah satu nama dalam KK tersebut, kepada petugas loket DriveThru Samsat.

Mengurus pembayaran pajak kendaraan bermotor melalui DriveThru Samsat ini sangat cepat, tidak sampai 5 menit sudah selesai. Dan enaknya lagi tidak perlu turun dari motor atau mobil. Asyik kan ?.

Dan jangan lupa bawa uangnya ya. Berapa biaya yang harus disiapkan?

Silakan meluncur ke http://samsat-pkb2.jakarta.go.id/

  1. Masukkan data Nomor Polisi kendaraan
  2. Masukkan data Nomor KTP pemilik kendaraan
  3. Centang kotak “Saya bukan robot” (Re-CAPTCHA)
  4. Tekan tombol “Proses”
Cek Ranmor DKI
Contoh Biaya yang harus disiapkan Rp. 207.500

Apakah di Samsat DriveThru ini bisa bayar pajak kendaraan yang terlambat (terlewati masa jatuh tempo) ? Bisa. Ngadmin saat bayar, terlambat 2 minggu dari masa jatuh tempo. Dendanya tidak mahal kok.

Daripada terlambat, apakah bisa membayar pajak kendaraan sebelum masa jatuh tempo? Bisa lho dibayar 6 bulan sebelum masa jatuh tempo.

Happy DriveThru ya Sobat Ngidam.

Semoga bermanfaat.

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page